Adat Istiadat Jawa
Sekumpulan masyarakat yang saling berinteraksi lama kelamaan memiiliki kesamaan pandangan atas sesuatu hal. Bukan berarti mereka selalu seiya sekata dalam segala hal, tetapi paling tidak mereka memiliki pemikiran serupa. Lambat laun kesamaan persepsi itu berubah menjadi norma dan ada cara-cara khusus dalam melakukan sesuatu. Norma tersebut lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan atau juga yang kita kenal dengan sebutan adat istiadat.
Masyarakat jawa contohnya, suku Jawa ini memiliki unggah ungguh yang bisa dibilang sangat ketat. Dapat dikatakan hampir di setiap detik ketika manusia mulai terbentuk dari sebuah sperma bertemu dengan sel telur sampai nantinya manusia tersebut menjadi bungkuk dan usang termakan waktu dan dera dan akhirnya kembali ke Sang Khaliknya, suku Jawa memiliki tata cara tersendiri dalam merayakan, mensyukuri, memupuk kehidupan yang diberikan oleh Gusti Pangeran.
Contohlah ketika si jabang bayi yang berada di rahim sang ibu berumur tujuh bulan, ada upacara adat yang dikenal dengan sebutan Mitoni (atau di beberapa daerah disebut juga dengan Tingkeban), dimana dilakukan ketika usia kandungan dari 6 bulan menuju 7 bulan yang dilakukan ketika Hari Sabtu dengan Pasaran Wage. Pemilihan hari tersebut bukan tanpa alasan. Hari Sabtu Wage dipilih agar si jabang bayi nantinya ketika dalam proses melahirkan dapat metu agih-agih yang berarti dapat cepat keluar.
Well, at least ini terbukti lah pada diriku ketika melahirkan anak pertama kami yang sangat lucu…
Ketika itu Tingkeban dilaksanakan pada hari Sabtu Pon.. ndilalah ya pas lairan.., udah nyoba normal, akhirnya secara medis dinyatakan harus sectio caesar untuk menyelamatkan bayinya.. (hihihi…, cintaku.., however it was, it is, and it will be, Bunda sama Papa love you..).
Tingkeban ini dilaksanakan untuk keselamatan bayi dan mengenyahkan segala marabahaya yang mungkin menghampiri si bayi. Dan dipilih di bulan ke 7 ini karena menurut orang Jawa, ketika umur 7 bulan, bayi pada dasarnya sudah siap untuk dilahirkan. Bahkan menurut banyak pengalaman orang-orang, “lebih aman” untuk si bayi dilahirkan pada 7 bulan daripada dilahirkan ketika berumur 8 bulan.
Again, percaya gak percaya.. Si kecil lucuku ini seharusnya ditingkebi tanggal 11 April 2009, pas Sabtu Wage, tapi gak jadi karena satu dan banyak hal. Eehhh.., protes dianya, tanggal 13 nya ngambek mau keluar duluan.. Aiihhh.., dan langsung lah si ibundanya diopname 2 hari.. :p. Nah, tau gitu, langsung lah dilaksanain pas kesempatan berikutnya.., ngambil Sabtu-nya (dari syarat Sabtu dan Wage).
Jadi, percaya gak percaya?
hmmm…, let it be yours lifeandlovelovers to decide..
About this entry
You’re currently reading “Adat Istiadat Jawa,” an entry on Lebenundlieben's Blog
- Published:
- September 15, 2009 / 7:25 am
- Category:
- Uncategorized
- Tags:
No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]